Jumat, 04 November 2022

KEDWIBAHASAAN (OLEH: AINUN HABIBI)

Nama       : Ainun Habibi

Npm         : 191214035

Prodi        : PBSI

Fakultas  : FKIP

Kelas        : 7A

Tugas       : Kedwibahasaan

(Adapun Blog ini di tulis untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kedwibahasaan)




A. Asal usul kedwibahasaan

 Kedwibahasaan muncul karena suatu kebiasaan masyarakat dalam bertutur. Bahasa yang diperoleh dari ibu atau bahasa pertama dan bahasa kedua yang bersumber dari masyarakat ataupun pendidikan menjadi bahasa Kedua mereka. Misal bahasa pertama si A menggunakan bahasa Sunda yang diperoleh dari kedua orang tuanya. Kemudian si A juga mendapat bahasa Indonesia di lingkungan sekolah sehingga bahasa kedua si A adalah bahasa Indonesia. Hal demikian itu menjadikan si A sebagai pengguna dwibahasa yakni bahasa Sunda dan bahasa Indonesia.                       Kedwibahasaan atau Bilingualisme adalah kemampuan berbicara dua bahasa dengan baik. Kedwibahasaan adalah perihal pemakaian dua bahasa seperti bahasa daerah dan bahasa nasional dalam berkomunikasi untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang suatu informasi tertentu.

 Kedwibahasaan juga dituturkan sebagai kemampuan atau kebiasaan yang dimiliki oleh penutur dalam menggunakan bahasa. Banyak aspek sosial, individu, pendagogis, psikologis. Kedwibahasaan tersebut mengandung keahlian penggunaan bahasa dilihat faktor internal diri dan faktor eksternal.

👉 Pengertian Kedwibahasaan

Menurut para pakar linguistik kedwibahasaan didefinisikan sebagai berikut:

1. Robert Lado (1964-214)

Kedwibahasaan merupakan kemampuan berbicara dua bahasa dengan sama atau hampir sama baiknya. Secara teknis pendapat ini mengacu pada pengetahuan dua bahasa, bagaimana tingkatnya, oleh seseorang.

2. MacKey (1956:155)

Kedwibahasaan adalah pemakaian yang bergantian dari dua bahasa.

3. Hartman dan Stork (1972:27)

Kedwibahasaan adalah pemakain dua bahasa oleh seorang penutur atau masyarakat ujaran.

 

👉CONTOH KEDWIBAHASAAN :

Salah satu contoh dari kedwibahasaan adalah penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang berdampingan.

Misalnya: ini paling sering kita jumpai dalam sebuah skripsi, jurnal atau proposal di sini kita menggunakan dua bahasa pada saat penyusunan abstrak.

 

  • Manfaat mengetahui asal usul kedwibahasaan
    • Dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sehingga dapat berkomunikasi dengan menggunakan dua bahasa yang dipelajari atau bahasa yang biasa digunakan oleh orang di lingkungannya.
    • Dapat membantu seseorang mengenal budaya asing. Dengan mengenal bahasa, seseorang dapat mengenal budaya dari bahasa tersebut juga menumbuhkan sikap toleransi terhadap orang lain yang memiliki budaya berbeda.
    • Dapat mengembangkan kemampuan berpikir seseorang misalnya menjadi kreatif dan memiliki dua atau lebih kata-kata untuk setiap objek dan ide juga membuat kita akan menjadi sangat hati-hati dalam berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa dengan kita.
    • Dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya diri pada kita, karena dengan menguasai dua bahasa kita akan lebih berani untuk berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa dengan kita dan tetap merasa aman dalam arti tidak merasa khawatir jika kita dalam lingkungan yang menggunakan dua bahasa yang dipahami.
    • Akan memudahkan seseorang mempelajari bahasa yang ketiga ketika orang itu sudah menguasai dua bahasa.
CONTOH DARI MANFAAT KEDWIBAHASAAN :

👉👩 : Pada saat saya berkunjung ke rumah wawak saya yang biasanya dalam keseharian keluarga wawak saya itu menggunakan bahasa batak, saya dapat menggunakan bahasa batak juga dengan mudah karena saya dapat menguasai bahasa batak. Kemudian karena saya sudah bisa dalam menggunakan bahasa batak jadi saya juga dapat mempelajari budaya dari wawak saya yang begitu berbeda dengan budaya saya dan di sini saya dapat mengembangkan toleransi dalam berbudaya, dan karena saya sudah menguasai bahasa Batak Maka pada saat saya membuat sebuah pidato dalam konteks bahasa daerah saya sudah dapat mengembangkan atau membuat ide yang kreatif mengenai dua bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Batak. Kemudian pada saat saya juga pergi berwisata misalnya ke Parapat pada saat  mau berbelanja sesuatu di sana saya sudah dengan percaya diri menggunakan bahasa Batak pada salah satu penjual, karena dia dan saya juga menguasai bahasa Batak.

 
  • Bergunakah materi asal usul kedwibahasaan pada kehidupan anda sehari-hari 
👉 menurut saya berguna, salah satu kegunaannya itu adalah saya dapat mengetahui bahwa menggunakan dua bahasa atau lebih itu akan mempermudah kita dalam berkomunikasi, berwisata dan kita akan lebih mudah menggapai suatu tujuan kita dengan menggunakan dua bahasa atau lebih.

CONTOH :

 Pada pada saat saya pergi berwisata ke suatu daerah di sana lebih dominan orang Batak dan pastinya menggunakan bahasa Batak. Nah pada saat itu saya mengingat kata orang-orang bahwa jika kita berbelanja dengan orang Batak Dan Kita menggunakan bahasa Batak juga walaupun kita bukan orang Batak Maka sesuatu yang ingin kita beli itu akan kita dapatkan dengan harga yang lebih murah karena kita bisa menawar menggunakan bahasa batak.

 

  • Kerugian bila anda tidak mengetahui materi asal usul kedwibahasaan
👉 menurut saya kerugian yang akan kita dapat jika kita tidak mengetahui kedwibahasaan ini adalah kita akan mengalami kesulitan untuk memahami bahasa yang berbeda dari bahasa kita, tidak merasa percaya diri pada saat kita berada di lingkungan orang yang berbeda bahasanya dengan bahasa kita, sulit untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai dari suatu lingkungan tersebut.

CONTOH :

Pada saat saya mendapatkan tugas dari (kegiatan kampus mengajar) dan saya mengajar di suatu sekolah yang mana pada saat itu guru-guru di sana sebagian menggunakan bahasa Jawa karena saya tidak menguasai bahasa Jawa maka saya merasa kurang percaya diri berada di lingkungan tersebut dikarenakan saya merasa mereka sedang menceritakan sesuatu tentang diri saya.

 

  • Keterkaitan materi asal usul kedwibahasaan dengan profesi anda nantinya
👉 keterkaitan materi kedwibahasaan ini dengan profesi saya nantinya sangat erat karena kita tidak dapat menjangkau untuk 2 tahun ke depan kita akan mengajar di suatu sekolah yang mayoritasnya berbahasa indonesia saja atau bahkan menggunakan bahasa yang lebih dari dua.

CONTOH :

Pada saat Nantinya saya mengajar di sekolah yang jauh dari kota dan dominan menggunakan bahasa daerah misalnya bahasa Jawa maka selain bahasa Indonesia Saya juga harus menguasai bahasa jawa agar saya dapat berinteraksi dengan mudah dengan guru-guru dan siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut agar tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. 

 

B. Diglosia dalam Kedwibahasaan


Agak mirip dengan kedwibahasaan, diglosia adalah penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat, tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranan yang berbeda dalam konteks sosial. Ada pembagian peranan bahasa dalam masyarakat dwibahasawan terlihat dengan adanya ragam tinggi dan rendah, digunakan dalam ragam sastra dan tidak, dan dipertahankan dengan tetap ada dua ragam dalam masyarakat dan dilestarikan lewat pemerolehan dan belajar bahasa.

Diaglosia adalah situasi dimana dua dialek atau lebih biasa dipakai.(Charles Fergison 1959:136). Diaglosia adalah suatu situasi bahasa yang relatif stabil dimana, selain dari dialek-dialek utama satu bahasa(yang memungkinkan mencakup satu bahasa baku atau bahasa-bahasa baku regional), ada ragam bahasa yang sangat berbeda, sangat terkondifikasikan dan lebih tinggi, sebagai wacana dalam keseluruhan kesusastraan tertulis yang luas dan dihormati, baik pada kurun waktu terdahulu maupun masyarakat ujaran lain, yang banyak dipelajari lewat pendidikan formal dan banyak dipergunakan dalam tujuan-tujuan tertulis dan ujaran resmi, tapi tidak dipakai oleh bagian masyarakat apa pun dalam pembicaraan-pembicaraan biasa.(Hudson 1980:54).

(Hartmann & Strork 1972:67). Diaglosia adalah persoalan antara dua dialek dari satu bangsa, bukan antara dua bahasa. Kedua ragam bahasa ini pada umumnya adalah bahasa baku (standard language) dan dialek derah regional daerah (regional dialect).

 

  • Manfaat mengetahui Diglosia dalam Kedwibahasaan
👉 kita dapat mengetahui bahwa hadirnya dua bahasa baku dalam Satu bahasa, bahasa tinggi dipakai dalam suasana-suasana resmi dan dalam wacana-wacana tertulis, dan bahasa rendah dipakai untuk percakapan sehari-hari.
  • Bergunakah materi Diglosia dalam Kedwibahasaan pada kehidupan anda sehari-hari
👉 Sangat berguna ya, jadi dari kita mengetahui materi diglosia dalam kedwibahasaan ini, kita jadi dapat menempatkan dua bahasa yang kita kuasai pada saat kapan kita gunakan dan pada saat kapan tidak gunakan, kemudian dengan melihat siapa lawan bicara kita.
  • Kerugian bila anda tidak mengetahui materi Diglosia dalam Kedwibahasaan
👉 Kerugian yang akan didapat jika tidak mengetahui materi diglosia dalam Kedwibahasaan ini adalah, di khawatirkan pada saat menggunakan bahasa yang tidak seharusnya digunakan pada saat acara resmi itu kita gunakan sehingga kita secara sengaja telah melanggar dan akan dapat menyinggung perasaan lawan bicara kita.
  • Keterkaitan materi Diglosia dalam Kedwibahasaan dengan profesi anda nantinya
👉Keterkaitan materi ini dengan profesi saya nantinya adalah pada saat nantinya saya menjadi seorang guru saya dapat mengajarkan pada siswa-siswi saya agar pada saat saya berkomunikasi dengan siswa-siswi saya baik itu di ruang lingkup sekolah atau pun di ruang lingkup luar dari sekolah nantinya siswa-siswi saya dapat menempatkan bahasa mana yang dipakai untuk berkomunikasi dengan saya jika di lingkungan sekolah, dan bahasa mana yang digunakan jika berada di luar sekolah walaupun dalam konteks berbahasa Indonesia.

CONTOH :

Dalam percakapan antara guru dan murid menggunakan bahasa Indonesia Nasional dalam situasi pembelajaran formal. Jika menggunakan bahasa Indonesia kesundaan maka situasinya tidak tepat, karena situasi tersebut dalam ranah formal bukan informal. Berbeda dengan percakapan  antara guru dengan murid di luar ranah pendidikan, seperti murid yang tidak sengaja bertemu dengan guru sekolahnya di jalan.

 

C. Konsep, Faktor dan Pendekatan Kedwibahasaan



👉Konsep Kedwibahasaan

Kedwibahsaan mengalami perkembangan dalam berbagai bentuk, secara umum perkembangan kelanjutan kedwibahasaan dapat diimplementasikan dengan konsep tetap berdwibahasa. Tetap berdwibahasa yang dimaksud adalah tetap mempertahankan adanya dua bahasa tersebut yang dikenal sebagai bahasa daerah dan bahasa ibu. Menjadikan kebiasaan kedwibahasaan dalam proses berkomunikasi menjadi ala dan kebiasaan yang berbudaya.

👉Faktor Kedwibahasaan

Adanya kedwibahasaan karena dipengaruhi beberapa :

☝faktor ekstern yaitu pergaulan hidup di keluarga, pergaulan di masyarakat, serta kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi.

✌Sedangkan faktor intern yang mempengaruhi ragam kedwibahasaan seseorang adalah tahapan usia pemeroleh, usia belajar B2 (bahasa ke dua), berdasarkan konteks, berdasarkan hakikat tanda dalam kontak bahasa, tingkat pendidikan, keresmian komunikasi, dan kesosialan.

👉 Pendekatan Kedwibahasaan

Pendekatan kedwibahasaan (bahasa daerah dan bahasa Indonesia) lebih dipentingkan alih-alih pendekatan ekabahasa (bahasa Indonesia atau bahasa daerah saja) didasarkan pada tiga pertimbangan:

☝situasi kebahasaan pada latar nasional dan daerah 

✌keuntungan sosial, kognitif dan metabahasa si anak;

 👌pengembangan keanekabahasaan dan keanekabudayaan.   

 

  • Manfaat mengetahui Konsep, faktor dan pendekatan Kedwibahasaan
👉manfaat yang dapat diambil jika kita sudah mengetahui apa konsep, faktor dan pendekatan dalam kedwibahasaan maka kita akan mengetahui bahwa konsep dari kedwibahasaan itu adalah tetap mempertahankan dua bahasa yang di kuasai, dan tentunya beda materi maka akan berbeda pula konsepnya. Sedangkan faktor yang ada pada kedwibahasaan itu seperti faktor internal dan eksternal itu dapat kita lihat juga pada materi-materi yang lain hanya saja bedanya faktor internal dan eksternal apa yang meliputinya. Kemudian kita juga dapat mengetahui mengenai pendekatan dalam kedwibahasaan bahwa ada nya keuntungan sosial didalam pendekatan tersebut dan mengembangkan keaneka bahasaan dan keaneka budayaan.
  • Bergunakah materi konsep, faktor dan pendekatan kedwibahasaan pada kehidupan anda sehari-hari
👉sangat berguna, dari konsep, faktor dan pendekatan ini saya dapat mengetahui bahwasanya pada saat melakukan kedwibahasaan kita dapat melakukan dengan benar sesuai dengan konsep, faktor, dan pendekatan yang berlaku dalam kedwibahasaan.
  • Kerugian bila anda tidak mengetahui materi konsep, faktor dan pendekatan kedwibahasaan
👉Jika saya mampu menggunakan dua bahasa dengan baik namun saya tidak mengetahui konsep, faktor dan pendekatan dalam kedwibahasaan maka dikhawatirkan adanya penyalah gunaan dalam menggunakan dua bahasa tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa Kedwibahsaan mengalami perkembangan dalam berbagai bentuk, secara umum perkembangan kelanjutan kedwibahasaan dapat diimplementasikan dengan konsep tetap berdwibahasa.
  • Keterkaitan materi konsep, faktor dan pendekatan kedwibahasaan dengan profesi anda nantinya
👉keterkaitannya adalah, pada saat nantinya saya mengajar di tempat yang dominan menggunakan dua bahasa maka saya harus mampu menjelaskan konsep, faktor dan pendekatan dalam kedwibahasaan itu sendiri. Agar tujuan dalam kedwibahasaan dapat tercapai dengan baik.

 

D. Faktor kebahasaan dan non kebahasaan

👉Faktor Kebahasaan

☝ Aspek ketepatan ucapan

Seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat.

✌ Aspek Intonasi

Ketidaktepatan dalam berbicara misalnya pada saat pembicara bicara dengan intonasi yang datar.

👌 Aspek pilihan Kata

Pembicara akan lebih tertarik dan senang mendengarkan jika pembicara memakai bahasa yang mereka pahami dan kuasai. 

👉 Faktor non Kebahasaan 

Aspek sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku

✌ Aspek mimik/ Gerak-gerik: ketepatan gerak-gerik atau mimik akan menunjang keefektifan berbicara.

👌 Aspek kenyaringan suara

✋ Aspek Kelancaran: kelancaran dalam berbicara akan lebih memudahkan pendengar dalam menangkap isi pembicaraan.

👋 Aspek Penguasaan topik : topik yang ingin disampaikan harus benar-benar dikuasai.

  • Manfaat mengetahui faktor kebahasaan dan non kebahasaan
👉 manfaat dari mengetahui faktor kebahasaan dan non kebahasaan ini adalah kita jadi lebih mengetahui bahwasanya ada faktor yang mendominan mengenai kebahasaan dan faktor yang mendominan bagi ke non bahasaan, dan kita juga akan lebih mudah dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh lawan bicara kita
  • Bergunakah materi faktor kebahasaan dan non kebahasaan pada kehidupan anda sehari-hari
👉 materi mengenai faktor kebahasaan dan non kebahasaan ini sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari misalnya pada saat kita berbicara kita lebih dapat mengatur gaya bahasa kita, Kemudian pada saat kita ingin mengikuti lomba suatu pidato maka kita dapat mengatur gaya kita nantinya pada saat berpidato meliputi ketepatan ucapan, intonasi dan pilihan kata serta lainnya agar pada saat kita berpidato kita tidak membuat penonton kita bosan dengan apa yang kita sampaikan
  • Kerugian bila anda tidak mengetahui materi faktor kebahasaan dan non kebahasaan
👉 nah mengenai kerugian yang akan kita dapat jika kita tidak mengetahui tentang materi faktor kebahasaan dan non kebahasaan ini adalah contohnya pada saat kita melakukan suatu perlombaan atau mengikuti suatu perlombaan sedangkan kita tidak mengetahui tentang faktor kebahasaan dan non kebahasaan maka sudah dapat dipastikan bahwa kita akan gagal dalam perlombaan tersebut, dan ada hal-hal yang akan terjadi jika kita tidak mengetahui faktor-faktor kebahasaan dan non kebahasaan, misalnya ketepatan ucapan jika kita tidak mengetahui mengenai faktor kebahasaan maka kita tidak akan tahu apa itu ketepatan ucapan, kemudian aspek intonasi, dan pemilihan kata. Sedangkan jika kita tidak tahu mengenai faktor non kebahasaan maka kita tidak akan mengetahui bagaimana sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku pada saat berpidato, kemudian menggunakan mimik dan gerak-gerik yang tepat, penyaringan suara dan kelancaran, serta penguasaan topik.
  • Keterkaitan materi faktor kebahasaan dan non kebahasaan dengan profesi anda nantinya
👉 keterkaitan antara materi faktor kebahasaan dan non kebahasaan ini dengan profesi saya nantinya adalah justru sangat erat kaitannya karena sesuai dengan profesi saya nantinya saya akan menjadi guru bahasa Indonesia maka materi faktor kebahasaan dan non kebahasaan ini pasti akan dipelajari karena ini akan menyangkut suatu materi yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia terutamanya dalam materi berpidato.




SALAM HANGAT SAYA

AINUN HABIBI🤗

31 komentar:

  1. Penjelasannya mudah untuk di pahami👍🏼

    BalasHapus
  2. Terima kasih👍, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Penjelasannya sangat mudah dipahami 👍

    BalasHapus
  4. Penjelasannya sangat mudah dipahami👍

    BalasHapus
  5. Bagus bgd pembahasannya.. Ditambah penampilannya juga menarik minat untuk membaca dan tentunya akan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. full color ya buk gak buat bosen bacanya

    BalasHapus
  7. Dari cover yg cerah sampai isi yg inti, sangat menarik untuk para pembaca

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

KEDWIBAHASAAN (OLEH: AINUN HABIBI)

Nama       : Ainun Habibi Npm         : 191214035 Prodi        : PBSI Fakultas  : FKIP Kelas        : 7A Tugas       : Kedwibahasaan (Adapun...